
Lempeng (Jawi: ليمڤيڠ) atau penkek (serapan Inggeris pancake) adalah makanan kanji dimasak menuangkan adunan cair bancuhan sejenis tepung, misalnya tepung gandum atau tepung beras, di atas permukaan rata yang panas seperti kuali yang disapu lemak seperti minyak atau mentega.
Kadangkalanya telur juga dimasukkan untuk mendapatkan tekstur adunan lempeng yang lebih bagus. Adunan lempeng boleh dibuat menggunakan tangan ataupun pengisar.[1]
Lempeng bukan sejenis roti atau roti leper, kerana roti memerlukan adunan tepung menjadi doh. Adunan lempeng selalu dimasak diatas kuali leper.
Jenis
Manisan
Lempeng ini sering ditambah manisan seperti sirap, madu, coklat cair, susu sejat, mentega, buah-buahan, gula (dan lain-lain.
Bukan manisan
Lempeng juga digunakan untuk hidangan bukan manisan, seperti lempeng kelapa di Malaysia. Di Jepun, lempeng okonomiyaki berasaskan kobis sebagai bahan utama dicampur dengan. Bahan-bahan seperti sayur-sayuran dan daging juga digunakan.
Variasi
Amerika
Di Amerika Utara (Amerika Syarikat, Kanada dan Mexico), bater lempeng ditambah dengan serbuk penaik seperti soda bikarbonat.[2]
Eropah
Di England, lempengnya tidak sama seperti lempeng Amerika, di mana bater orang Inggeris tidak menggunakan soda bikarbonat. Lempeng di Perancis, Belgium, Switzerland, dan Portugal, berbentuk nipis dan dipanggil crêpe.
Lempeng orang Scotland adalah hampir sama seperti lempeng Amerika, kerana ia ditambah dengan bahan penaik. Lempeng ini dipanggil Scotch pancakes, Scottish pancakes atau drop scones.
Asia
Di India, tepung beras yang direndam lama atau ditapaikan untuk ketika lama digunakan untuk memasak idli, apam atau thosai. Lempeng di Indonesia menggunakan tepung beras untuk dijadikan kuih serabi.
Di dunia Arab, terdapat sejenis lempeng berinti dipanggil Atayef atau ataif (kataif atau قطايف) yang disumbat dengan keju Nablusi (sebagai krim). Kacang badam atau kacang pistachio juga digunakan.
Di Nusantara
Di Malaysia, kebanyakan lempeng tidak menggunakan bahan penaik seperti lempeng pisang, lempeng kelapa, lempeng manis, lempeng berlauk, lempeng sayur, dan apam balik. Lempeng-lempeng berjenis ini merupakan makanan yang amat dikenali di Malaysia khususnya pada penduduk Melayu. Di antaranya ialah kuih gulung, iaitu lempeng berinti kelapa manis dan digulung.
Lempeng ayak adalah lempeng yang terbuat dari sagu dan kelapa parut juga populer di Kalimantan Barat.[3]
Lempeng torak adalah makanan masyarakat Melayu di kabupaten Serdang Bedagai yang terbuat dari tepung beras, gula, kelapa, garam, daun pisang, dan buluh. Saat ini, masyarakat Melayu sudah jarang memasak dan mengkonsumsi kuliner ini, kecuali pada acara tertentu seperti pada acara peringatan seratus hari ketika ada kerabat yang meninggal dunia.[4]
Lempeng dangai adalah lempeng yang berbahan dasar sagu dan kelapa parut dan dinikmati bersama ikan asam pedas. Lempeng ini populer di Kepulauan Riau dan biasanya disajikan sebagai menu sarapan dan makan siang. Lempeng dangai yang dimakan untuk sarapan akan dimakan bersama gula merah atau gula pasir, tetapi lempeng yang dimakan saat siang akan dinikmati bersama ikan asam pedas karena teksturnya sudah mengeras.[5]
Pembuatan lempeng tidak menggunakan minyak goreng, karena tepung sagu dan kelapa parut ditaburkan melingkat di wajan yang telah dipanaskan sebelumnya sehingga saat diangkat berbetuk bulat. Saat memasak lempeng biasanya ditutup mengunakan daun pisang untuk menambah aroma masakan. Lempeng dinilai matang saat sudah tidak melekat di daun pisang lagi dan akan dilipat dua saat diangkat.[5]

Sedangkan di Papua, lempeng terbuat dari sagu dan ditambahkan kacang tanah yang telah ditumbuk dan disajikan bersama dengan gulai.[6] Sagu lempeng juga populer di Maluku, Riau dan Papua Barat. Makanan ini bertekstur keras dan tahan lama.[7]
Sagu lempeng yang di Maluku berbentuk pipih persegi dan berwarna antara merah muda agak kecokelatan dan terkadang memakai gula aren atau tidak. Makanan ini juga disebut dengan sagu ‘forna/forno’, karena dibuat dengan cetakan logam atau tanah liat yang bernama forna atau forno. Bahan utama pembuatannya adalah sagu manta (mentah) dan garuka (biji bunga kesumba).[8]
Lempeng belayung tidak berbentuk bulat seperti lempeng biasanya, tetapi memiliki bentuk kerucut segitiga seperti lontong yang dibungkus daun pisang. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat lempeng belayung yaitu tepung beras, pisang talas atau nangka, gula, garam, telur dan santan. Cara memasaknya adalah dibakar diatas wajan sampai daunya agak gosong dan aroma daun tercium.[9]
Nama belayung diambil dari alat potong zaman dulu yaitu kapak belayung yang berbentuk segitiga dan lempeng ini hanya bisa ditemukan di Sungai Biuku, Banjarmasin.[perlu rujukan]

Lempeng kelapa adalah lempeng biasa yang dicampur kelapa parut. Lempeng kelapa banyak dijadikan sarapan oleh orang-orang Melayu di Pantai Timur, utamanya di Terengganu dan Kelantan.[perlu rujukan]
Australia dan New Zealand
Lempeng berbentuk kecil (ukuran diantara 75mm diameter) dikenali sebagai pikelets, menggunakan tepung naik sendiri. Lempeng Amerika juga dimakan dirantau ini.
Afrika
Orang di Kenya, memakan lempeng jenis Inggeris dan Crêpe. Di Afrika Selatan, dipanggil pannekoek.
Lihat juga
Rujukan
- ^ Mixing Pancake Batter
- ^ BATTLE OF THE PANCAKES: AMERICAN PANCAKES VS EUROPEAN CRȆPES
- ^ "KUE LEMPENG AYAK (KALIMATAN BARAT) - Sajian Sedap". sajiansedap.grid.id (dalam bahasa Indonesia). Dicapai pada 2023-04-12.
- ^ "Kuliner Khas Melayu Sergai (Bagian II) – Media Center" (dalam bahasa Indonesia). Dicapai pada 2023-04-12.
- ^ a b Irtatik, Ratna (2022-11-08). "Mengenal Lempeng Dangai, Kudapan Asin Gurih untuk Sarapan dan Makan Siang di Bumi Melayu - Metropolis". metro.batampos.co.id (dalam bahasa Indonesia). Dicapai pada 2023-04-12.
- ^ "Sagu Lempeng". rasiaziza.it.student.pens.ac.id. 2014. Dicapai pada 2023-04-12.
- ^ "Sagu Lempengan". Tribunnewswiki.com (dalam bahasa Indonesia). Dicapai pada 2023-04-12.
- ^ Kharie, Ayu (2022-11-21). "Sagu Lempeng, Kudapan Populer Khas Maluku - Tangerang Raya". Sagu Lempeng, Kudapan Populer Khas Maluku - Tangerang Raya (dalam bahasa Indonesia). Dicapai pada 2023-04-12.
- ^ Fitriyani (2022-03-05). "Uniknya Wadai Lempeng Belayung Banjar, Kuliner Tempo Dulu di Wisata Sungai Biuku". Berita Banjarmasin. Dicapai pada 2023-04-12.








